Menu Tutup

Quartararo: Marc Marquez seperti Tim FIFA dengan Rating 99

Quartararo: Marc Marquez seperti Tim FIFA dengan Rating 99

Fabio Quartararo kembali menjadi sorotan setelah melontarkan pujian luar biasa kepada Marc Marquez. Dalam sebuah wawancara menjelang seri MotoGP, pembalap Monster Energy Yamaha itu membandingkan kehebatan Marquez dengan tim sepak bola di gim FIFA yang memiliki rating 99. Ungkapan tersebut langsung memantik perhatian penggemar MotoGP karena menggambarkan betapa tingginya respek Quartararo terhadap rivalnya tersebut.

Quartararo Tidak Sungkan Beri Pujian

Quartararo mengakui bahwa dirinya sangat menghormati Marc Marquez, terutama setelah menyaksikan performa luar biasa sang juara dunia delapan kali di beberapa seri terakhir. Menurutnya, Marquez selalu mampu menemukan cara untuk tampil kompetitif meskipun kondisi fisik dan motornya tidak selalu sempurna.

“Marc itu seperti tim FIFA dengan rating 99. Setiap kali kamu melawannya, kamu merasa seperti melawan sesuatu yang sempurna,” ujar Quartararo dengan nada kagum.

Quartararo menambahkan bahwa Marquez memiliki insting balap yang sulit ditandingi pembalap lain. Ketika ada peluang sekecil apa pun, Marquez mampu mengubahnya menjadi kemenangan.

Performa Marquez yang Konsisten

Sejak kembali dari cedera panjang, Marc Marquez memang menunjukkan performa yang konsisten. Ia terus bersaing di papan atas meskipun motornya, Ducati Gresini, belum sepenuhnya stabil di semua sirkuit.

Bagi Quartararo, hal ini menjadi bukti bahwa kemampuan Marquez bukan hanya bergantung pada mesin. “Banyak pembalap mengandalkan motor yang bagus. Tapi Marc bisa tampil garang bahkan saat motornya tidak sempurna,” jelas pembalap asal Prancis tersebut.

Ia menilai bahwa keunggulan terbesar Marquez adalah kemampuannya membaca balapan. Setiap tikungan dan setiap peluang mampu ia manfaatkan dengan sangat efektif.

Bandingan dengan Tim FIFA Rating 99

Quartararo sengaja menggunakan analogi tim FIFA dengan rating 99 karena mayoritas penggemar memahami konteks tersebut. Dalam gim sepak bola FIFA, tim dengan rating 99 adalah tim yang hampir mustahil dikalahkan.

“Jika kamu bermain FIFA melawan tim rating 99, kamu sudah tahu kemungkinan menangmu sangat kecil. Itu sama seperti menghadapi Marc. Dia selalu punya cara untuk menang,” tambah Quartararo sambil tersenyum.

Analogi itu mendapat respons positif dari penggemar. Banyak yang menganggap Quartararo berhasil menggambarkan kehebatan Marquez dengan bahasa yang mudah dipahami.

Quartararo Akui Terinspirasi

Selain memuji, Quartararo juga mengaku terinspirasi oleh mentalitas Marquez. Ia menilai Marquez tidak pernah menyerah dalam situasi sulit. Bahkan, ketika berada di posisi terburuk sekalipun, Marquez selalu berusaha menemukan celah untuk bangkit.

“Marquez bisa jatuh dua kali dalam satu balapan dan tetap mencoba meraih poin. Itu mental juara yang patut dicontoh,” kata Quartararo.

Ia berharap bisa mengembangkan mentalitas yang sama agar dapat kembali bersaing memperebutkan gelar juara dunia. Quartararo sendiri masih berjuang untuk kembali ke performa terbaiknya setelah Yamaha mengalami kesulitan musim ini.

Respon Marquez Soal Pujian

Marc Marquez yang mendengar pujian tersebut memberikan tanggapan dengan rendah hati. Ia berterima kasih kepada Quartararo namun menegaskan bahwa dirinya bukanlah pembalap yang sempurna.

“Terima kasih kepada Fabio. Tapi saya tidak sehebat itu. Saya hanya bekerja keras dan berusaha memanfaatkan setiap peluang,” ujar Marquez.

Ia juga menyebut Quartararo sebagai salah satu pembalap muda yang sangat berbakat. Marquez percaya bahwa rivalnya tersebut akan kembali menjadi ancaman besar di lintasan.

Persaingan Sehat di MotoGP

Pernyataan Quartararo sekaligus menunjukkan bahwa persaingan di MotoGP tidak hanya soal rivalitas sengit, tetapi juga saling menghargai. Quartararo dan Marquez memang kerap bersaing ketat di lintasan, namun keduanya tetap menunjukkan rasa hormat satu sama lain.

Quartararo berharap persaingan sehat ini bisa terus terjaga. Ia percaya bahwa kompetisi yang kuat justru akan membuat para pembalap berkembang. “Jika kamu balapan melawan pembalap hebat seperti Marc, kamu akan termotivasi untuk terus berkembang,” ujarnya.

Harapan Quartararo untuk Yamaha

Di sisi lain, Quartararo tetap fokus memperbaiki performa Yamaha yang tengah terpuruk. Ia berharap timnya bisa menemukan solusi teknis agar motor M1 mampu bersaing dengan Ducati dan Aprilia yang kini mendominasi.

“Kami butuh langkah besar jika ingin kembali ke papan atas. Saya percaya tim ini bisa, tapi kami harus bekerja lebih keras,” tegas Quartararo.

Ia juga mengatakan bahwa keberadaan pembalap sehebat Marquez membuat Yamaha harus bergerak lebih cepat dalam melakukan pengembangan. “Jika tidak, kami akan semakin tertinggal,” tambahnya.

Marquez Tetap Jadi Ancaman

Dengan penampilan impresifnya sejauh musim ini, Marquez masih menjadi salah satu kandidat terkuat dalam perebutan gelar juara dunia. Quartararo mengaku siap menghadapi tantangan itu meskipun ia sadar bahwa persaingan akan semakin ketat.

“Marc selalu jadi ancaman. Tapi itu tidak membuat saya takut. Justru saya ingin belajar sebanyak mungkin dari caranya membalap,” kata Quartararo.

Kesimpulan: Respek Tinggi untuk Sang Juara

Ucapan Quartararo yang menyebut Marc Marquez seperti tim FIFA dengan rating 99 menunjukkan betapa besarnya rasa hormat yang ia miliki terhadap rivalnya itu. Marquez dianggap sebagai paket lengkap: cepat, cerdas, dan pantang menyerah.

Pernyataan tersebut sekaligus menjadi pengingat bagi para pembalap MotoGP lainnya bahwa menghadapi Marquez berarti harus siap melawan sosok yang nyaris tanpa kelemahan. Namun, bagi Quartararo, itulah tantangan yang membuatnya semakin bersemangat untuk kembali ke performa terbaiknya.

Baca Juga: Aaliyah Massaid Dapat Kado Mobil Mewah dari Thariq Halilintar